KARIMUN, seputarkarimun.com – Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, Serikat Pekerja Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Saipem Indonesia Karimun Yard menggelar rangkaian acara yang meriah dan penuh makna pada Minggu (03/05/2026).

Berbeda dengan perayaan tahunan pada umumnya, acara kali ini tidak hanya berisi orasi, tetapi juga dimeriahkan dengan Lomba Pawai Kostum Profesi. Sebanyak 300 anak karyawan yang berusia hingga 15 tahun tampil antusias dan kreatif mengenakan kostum berbagai jenis pekerjaan, menghadirkan suasana hangat sekaligus menanamkan semangat kerja sejak dini.

Selain pawai, panitia juga menggelar kegiatan sosial berupa donor darah serta pembagian door prize yang bersumber dari iuran bersama para pekerja.

Namun di balik kemeriahan tersebut, serikat pekerja juga menyuarakan aspirasi dan tuntutan nyata kepada pemerintah demi kesejahteraan buruh serta perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga kerja lokal.

Lima Poin Tuntutan Buruh
Ketua PUK SPLP FSPMI PT Saipem Indonesia Karimun Yard, Aryo Prayitno, memaparkan ada lima poin utama yang menjadi fokus tuntutan pihaknya:
1. Penyelesaian dan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang Baru.
2. Gerakan HOSTUME: Hapus sistem Outsourcing dan Tolak Upah Murah.
3. Mendorong penerbitan Peraturan Daerah (Perda) yang memprioritaskan tenaga kerja lokal ber-KTP lahir Karimun, serta mengutamakan lulusan lokal saat ada lowongan pekerjaan.
4. Pembatasan jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA).
5. Reformasi Pajak: Penghapusan pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR), Bonus Tahunan, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Lebih jauh, Aryo mengingatkan pentingnya sikap saling menghargai antara negara dan pekerja. Ia menekankan bahwa tuntutan kesejahteraan harus dibarengi dengan peningkatan kinerja.

“Bagaimana negara kita mau menghargai kita kalau kita tidak menghargai negara. Saya harapkan ada 3 poin utama yang penting yakni Productivity (para pekerja jangan malas), Kualitas yang memadai, dan Delivery proyek terkirim tepat waktu. Jaga kinerja kalau mau tetap bekerja,” tegas Aryo.
Manajemen: Sinergi dan Produktivitas Adalah Kunci
Perwakilan Manajemen PT Saipem, Harabonar, menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menegaskan posisinya untuk menjaga keseimbangan dan sinergi antara perusahaan dan karyawan agar tujuan bersama dapat tercapai.
“Saya berdiri di dua pihak, bukan menjadi orang yang kompromis tetapi saya harus memastikan bagaimana hubungan antara perusahaan dan rekan-rekan semua berjalan sinergis. Tuntutan untuk kesejahteraan harus disampaikan, namun tentu saja tidak akan tercapai apabila rekan-rekan tidak meningkatkan produktivitas dan kualitas,” ujar Harabonar.

Ia juga mengajak seluruh pekerja untuk tetap solid dan waspada.
“Jaga solidaritas di internal. Kalau ada penyimpangan-penyimpangan, untuk selalu diingatkan. Kesejahteraan itu tidak bisa berjalan dari serikat sendiri atau dari pihak pemerintah, ketiganya harus berjalan secara sinergis. Terus menjaga kekompakan, jangan mau dihasut apabila ada pihak-pihak yang mau memecah belah, karena kekuatan pekerja ada ketika rekan-rekan semua berserikat,” tambahnya.
Pemkab Karimun: Pemerintah Siap Lindungi Hak Pekerja
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi dan kreativitas yang ditampilkan, khususnya pawai kostum yang melibatkan anak-anak.
Ia menegaskan bahwa Hari Buruh bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menghargai kontribusi pekerja sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Hari buruh menjadi momentum apresiasi atas kontribusi pekerja dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hubungan industrial yang harmonis harus terus dijaga seluruh pihak agar adil dan berkelanjutan,” kata Rocky.

Rocky menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga pelindung bagi pekerja dan dunia usaha.
“Kabupaten Karimun berkomitmen hadir sebagai pelindung bagi pekerja. Kebijakan yang diambil diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja tanpa mengabaikan keberlanjutan dunia usaha. Jika ada hak dasar yang tidak diperhatikan oleh perusahaan, sampaikan kepada kami untuk dapat kami tindaklanjuti. Perusahaan tidak boleh bertindak sesuka hati, harus ikut aturan yang berlaku bersama,” tutupnya.
Acara berlangsung dengan penuh semangat, menggabungkan antara hiburan keluarga, kegiatan sosial, dan penyampaian aspirasi demi masa depan pekerja yang lebih baik di Karimun.
*Nichita Bella
